MGPK SMP KOTA SURABAYA

KEGIATAN PAMERAN DAN LOMBA WIRA USAHA PDBK DI SMPN 29 SURABAYA

MGPK SMP KOTA SURABAYA

KEGIATAN PAMERAN DAN LOMBA WIRA USAHA PDBK DI SMPN 29 SURABAYA

MGPK SMP KOTA SURABAYA

KEGIATAN WORKSHOP SMPN 5

MGPK SMP KOTA SURABAYA

KEGIATAN LOMBA SMPN 36

Jumat, 24 April 2015

SUSUNAN PENGURUS PERIODE 2014-2016



                                                    PEMERINTAH KOTA SURABAYA
DINAS PENDIDIKAN
MGPK SMP PENYELENGGARA PEND. INKLUSI KOTA SURABAYA
Sekretariat : SMPN 29 Surabaya,Jl. Mayjen. Prof. Moestopo no.4 Surabaya
Telp. 031-5022766 Email : mgpksurabaya@yahoo.co.id
                                                                                                                 
Lampiran 2.
SUSUNAN PENGURUS KELOMPOK KERJA GURU SMP INKLUSIF
Periode 2014-2016



Pelindung     :               Kadinas Pendidikan Kota Surabaya

Penasihat      :               1.Kabid Dikdas Dispendik Kota Surabaya
 
                                     2. Ketua MKKS SMPN Surabaya 

Pembina       :              Drs. Tumarni, MM                          ( KS. SMPN 30 Surabaya )  

                                    Drs. Idris, M. Pd                              ( KS. SMPN  5 Surabaya )

                                     Dra. Hj. Nanik Partiyah, M. Pd      ( KS. SMPN  4 Surabaya ) 

                                    Triworo Parnoningrum, M.Pd         ( KS. SMPN 45 Surabaya )


Ketua                              :   Dra. Tjitjih Yuniarti                   ( SMPN 36 Surabaya ) 

WakilKetua                    :   Dra. Jenny Muharti                    ( SMPN 29 Surabaya ) 

Sekretaris                       :   1. Sri  Setyoningsih, S.Pd          ( SMPN 39 Surabaya ) 
 
                               2. Slamet Puji Prasetia, S.Pd     ( SMPN 37 Surabaya )   

                Bendahara                     :   1. Dra. Siti Nur Hasanah            ( SMPN    5 Surabaya ) 
 
                                         2. Dra. Diah Kusumaningsih       ( SMPN 28 Surabaya )

                Humas / Publikasi        :   1. Dra. Kasminah                         ( SMPN 37 Surabaya )
 
                                         2. Endang Sulistijorini, S.Pd       ( SMPN 30 Surabaya )
                                         3. Dra. Yekti Handayani              ( SMPN 36 Surabaya )
                                         4. Yuri Susilo, S.Pd.MM.            ( SMPN 43 Surabaya )
                                         5. Andi Mulya , S. Pd                  ( SMPN 47 Surabaya )

                Sarana / Perencanaan     : 1. Baderi, S.Pd                             ( SMPN    5 Surabaya )
 
                                        2. Topik, S.Pd                               ( SMPN 29 Surabaya )
                                                        3. Drs. FatchurRozi                       ( SMPN 27 Surabaya ) 

                                       4. Linda Yunifa ,S.Pd                     ( SMPN 39 Surabaya )

Rabu, 01 April 2015

SEMINAR SISTEM PENILAIAN DAN MODEL PELAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PENDIDIKAN INKLUSIF DI SMPN 20 SURABAYA, 28 MARET 2015


Download File Share ke guru pendamping khusus seminar sistim penilaian dan model hasil belajar peserta didik 

JURNAL GPK VERSI BARU

JURNAL GPK VERSI BARU

Contoh laporan jurnal GPK model terbaru tahun 2015, bagi yang berminat silahkan DOWNLOAD file dibawah ini.

Selasa, 24 Maret 2015

UNDANGAN PERTEMUAN MGPK SMP SURABAYA BULAN MARET


SUSUNAN ACARA
Seminar Sistem Penilaian Dan Model Pelaporan Hasil belajar Peserta Didik pada Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif
Sabtu, 28 Maret 2015
Di  SMP NEGERI 20

1.         Pembukaan
2.         Sambutan :
 KS Kepala SMP Negeri 20 Surabaya
 Pembina MGPK  SMP Kota Surabaya
Kasi Kurikulum Dikdas – Dinas Pendidikan Surabaya.
Ketua  MGPK 
3.         Do’a
4.         Penutup
.           Acara Inti :
1.    Pemaparan Materi Seminar Sistem Penilaian Peserta Didik pada Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif oleh Triworo Parnoningrum, M.Pd
2.    Model Pelaporan Hasil belajar Peserta Didik pada Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif oleh Tim MGPK

CATATAN         :

Pembagian tugas menyususn soal UKK 2015
Kelas VII dan VIII


No
Mata Pelajaran
Kelas 7
Kelas 8
1
Agama
SMP 31
SMP 39
2
PKn
SMP 32
SMP 27
3
Bahasa Indonesia
SMP 47
SMP 47
4
Bahasa Inggris
SMP 4
SMP 39
5
Matematika
SMP 37
SMP 37
6
IPA
SMP 45
SMP 29
7
IPS
SMP 43
SMP 43
8
Penjaskes
SMP 31
SMP 5
9
SBK
SMP 40
SMP 36
10
Bahasa Jawa
SMP 52
SMP 5

Rabu, 04 Maret 2015

VISI DAN MISI MGPK

VISI :
Meningkatkan profesional guru pembimbing khusus dalam layanan pendidikan inklusif

MISI :
Membantu tugas dinas pendidikan kota dalam mendorong kelancaran pelaksaanaan pendidikan inklusif di sekolah-sekolah penyelenggara pendidikan inklusif di Surabaya.

Memberikan penguatan  tingkat kesadaran seluruh stakeholder penyelengara sekolah inklusif terhadap pentingnya makna sekolah inklusif .

Meningkatkan mutu pelayanan sekolah terhadap  peserta didik  berkebutuhan khusus.

LATAR BELAKANG MGPK

LATAR BELAKANG MGPK
              Undang-undang Sistem Pendidikan No.20 tahun 2003 menyatakan bahwa Sistem Pendidikan Nasional harus mampu menjalin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, relevans dan efisiensi pengelolaan managemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai tuntutan perubahan lokal, nasional, dan global sehingga diperlukan pembaharuan pendidikan secara berencana, terarah, dan berkesinambungan. Sejalan dengan upaya mendukung penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun menyediakan layanan pendidikan yang semakin merata dan berkualitas. Maka sesuai Surat Penunjukan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya Propinsi Jawa Timur, kami dari SMPN 5, SMPN 27 , SMPN 28, SMPN 29, SMPN 30, SMPN 36,SMPN 37,  SMPN 39, SMPN 43 dan SMPN 47  Surabaya yang mendapat kesempatan  untuk bisa memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik  kepada anak berkebutuhan khusus seperti peserta didik reguler  pada umumnya, melalui penyelenggaraan Pendidikan Inklusif.

               Berkenaan dengan hal tersebut diatas, dan untuk menunjang segala kegiatan pembelajaran pendidikan inklusi, kami masih memerlukan untuk berbagai macam transformasi ilmu pengetahuan dan ketrampilan serta suatu komunitas untuk sharing program dalam rangka memperlancar kegiatan    operasional dalam penyelengaraan sekolah    program inklusi dengan membentuk ”KELOMPOK KERJA GURU ( KKG ) SMP INKLUSIF  ” di Surabaya .

Sabtu, 21 Februari 2015

PENDIDIKAN INKLUSIF

PK-PLK sejatinya merupakan pendidikan inklusif (Pensif) yang memiliki semangat dalam pembangunan pendidikan untuk semua (education for all) dan didasari semangat terbuka untuk merangkul semua kalangan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus (ABK) disabilitas maupun ABK non disabilitas. Pensif merupakan lawan dari konsep pendidikan eksklusifisme.

Pada awalnya, ABK hanya mencakup impairment, handicap, dan disability sehingga pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus diselenggarakan di Sekolah Luar Biasa, dan untuk anak normal pada sekolah-sekolah regular.

Namun dewasa ini katagori ABK telah berkembang dalam pengertian yang lebih luas, yaitu anak yang mempunyai keterbatasan (impairment) penglihatan (tunanetra), tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, autism (autistic children), hiperaktif (attention deficit disorder with hyperactive), anak dengan kesulitan belajar (learning disability atau spesific learning disability), dan anak dengan kelainan perkembangan ganda (multihandicapped and developmentally disabled children).

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, obat terlarang dan zat adiktif lainnya juga dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus. Anak-anak yang memiliki bakat dan/atau kecerdasan luar biasa juga dikategorikan sebagai anak-anak berkebutuhan khusus.
 PENGERTIAN PENDIDIKAN INKLUSIF (PENSIF)

1. Pendidikan Inklusif adalah sistem pelayanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya (Sapon – Shevin dalam 0 Neil 1994 ).

 2. Sekolah penyelenggara pendidikan inklusif adalah sekolah yang menampung semua murid di kelas yang sama. Sekolah ini menyediakan program pendidikan yang layak, menantang, tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap murid maupun bantuan dan dukugan yang dapat diberikan oleh para guru,agar anak-anak berhasil (Stainback, 1980).

LANDASAN YURIDIS :

1. UUD 1945 pasan 31 yang dijabarkan dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 tentang pemberian warna lain dalam penyediaan pendidikan bagi anak berkelainan;
2, UU No. 29 Tahun 2003, Juga dijelaskan pada UU No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat;
3. PP No. 72 Tahun 1997 tentang PLB;
4. SE Dirjen Dikdasmen Depdiknas No. 380/C.C6/MN/2003 tanggal 20 Januari 2003 tentang Rintisan Pelaksanaan Pendidikan terpadu.
5. PERMENDIKNAS No 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif.

ALTERNATIF PENYELENGGARAAN :
 Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusif terbagi dalam dua jenis :
1. Sekolah Biasa/sekolah umum yang mengakomodasi semua anak berkebutuhan khusus,
2. Sekolah Luar Biasa/Sekolah Khusus yang mengakomodasi anak normal.

Adapun alternative Layanan Pensif biar dilakukan antara lain dengan :
1. Kelas Biasa Penuh
2. Kelas Biasa dengan Tambahan Bimbingan di Dalam
3. Kelas Biasa dengan Tambahan Bimbingan di Luar Kelas.
4. Kelas Khusus dengan Kesempatan Bergabung di Kelas Biasa,
5. Kelas Khusus Penuh
6. Sekolah Khusus, dan
7. Sekolah Khusus berasrama

KENAPA PENSIF HARUS DIPROMOSIKAN dan DITETAPKAN:


1. Semua anak mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bernutu dan tidak didiskriminasikan.
2. Semua anak mempunyai kemampuan untuk mengituki pelajaran tanpa melihat kelainan dan kecepatan.
3. Perbedaan merupakan penguat dalam meningkatkan mutupembelajaran bagi semua anak.
4. Sekolah dan guru mempunyai kemampuan untuk belajar merepon dari kebutuhan pembelajaran yg berbeda.


SISI POSITIF PENSIF :
1.membangun kesadaran dan consensus pentingnya pedidikan influsi sekaligus menghilangkan sikap dan nilai yg diskriminatif.
2.melimbatkan dan memberdayakan masyarakat untuk melakukan analisis situasi pendidikan lokal, memgumpulkan infomasi.
3.Semua anak pada setiap sistrit dan mengidintifikasi alasan mengapa mereka tdk sekolah.
4.mengindenfikasi hambatan berkaitan dengan kelainan fisik, sosial, dan masalah lainnya terhadap akses dan pembelajaran.
5.melibatkan masyarakat dalam melakukan perecanaan dan monitoring mutu pendidikan bagi semua anak.


HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SEKOLAH PENYELENGGARA PENSIF


 1.sekolah harus menyediakan kondisi kelas yg hangat, ramah menerima keanekeragaman menghargai perbedaan.
 2.Sekolah harus siap mengelola kelas yg heteogen dengan menerapan kurikulum dan pembelajaran yg bersifat individual.
 3.guru harus menerapkan pembelajaran yg interatif.
 4.guru dituntut melakukan kolaborasi dengan profisi atau sumberdaya lain dalam perecanaan,pelaksanaan dan evaluasi.
 5.guru dituntut melimbatkan orangtua secara bermakna dalam proses pendidikan.